OPINI– narasintt.com- Proyek geotermal Mataloko di Kabupaten Ngada, NTT telah menjadi simbol ambisi nasional untuk mengembangkan energi terbarukan.
Dengan potensi panas bumi mencapai 65 MW (megawatt) proyek ini diharapkan mendukung target bauran energi 23% dari energi baru terbarukan pada tahun 2025.
Namun, di balik potensi besar ini, tersimpan kekhawatiran mendalam dari masyarakat yang harus menghadapi dampak lingkungan dan sosial yang semakin nyata.
Fenomena Lumpur Panas dan Gemuruh: Alarm Lingkungan yang Mengkhawatirkan.
Dalam beberapa bulan terakhir, masyarakat di sekitar proyek dihadapkan pada fenomena semburan lumpur panas yang disertai gemuruh.
Warga melaporkan munculnya tiga lubang baru dalam radius beberapa kilometer dari lokasi proyek, yang tidak hanya merusak lahan pertanian tetapi juga memunculkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan mereka.







