Minimnya transparansi dan kurangnya sosialisasi terkait proyek ini membuat masyarakat merasa diabaikan.
Berdasarkan survei oleh kelompok advokasi lokal, lebih dari 70% warga mengaku tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.
Hal ini memperburuk keresahan, terutama karena gemuruh yang semakin sering terdengar di malam hari.
Selain itu, proyek ini memunculkan ketidakpuasan akibat sejarah panjang yang dimulai sejak 1998 tetapi baru berjalan efektif pada tahun terakhir ini.
Banyak janji yang belum terealisasi, seperti peningkatan kesejahteraan ekonomi lokal dan jaminan keselamatan lingkungan. Hal ini menyebabkan masyarakat mempertanyakan manfaat nyata dari proyek ini.
Prinsip Keadilan: Hak Masyarakat dan Keutuhan Alam Ciptaan
Dalam konteks proyek Geotermal Mataloko, prinsip keadilan harus menjadi fondasi utama dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan proyek.







