Geotermal Mataloko: Antara Potensi Hijau dan Suara Keresahan Masyarakat

- Penulis Berita

Selasa, 24 Desember 2024 - 08:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis Opini: Sr. Yosefina Itu, OSU /Sumber: Dokumen pribadi

Penulis Opini: Sr. Yosefina Itu, OSU /Sumber: Dokumen pribadi

Minimnya transparansi dan kurangnya sosialisasi terkait proyek ini membuat masyarakat merasa diabaikan.

Berdasarkan survei oleh kelompok advokasi lokal, lebih dari 70% warga mengaku tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.

Hal ini memperburuk keresahan, terutama karena gemuruh yang semakin sering terdengar di malam hari.

Baca Juga:  Taman Kota dan Jalan yang Terputus: Ujian Keadilan Pembangunan di Ende Catatan Kecil Untuk Pemkab Ende

Selain itu, proyek ini memunculkan ketidakpuasan akibat sejarah panjang yang dimulai sejak 1998 tetapi baru berjalan efektif pada tahun terakhir ini.

Banyak janji yang belum terealisasi, seperti peningkatan kesejahteraan ekonomi lokal dan jaminan keselamatan lingkungan. Hal ini menyebabkan masyarakat mempertanyakan manfaat nyata dari proyek ini.

Baca Juga:  Sekolah Sebagai Ruang Singgah Peradaban: Refleksi 50 Tahun SDI Malamude Were

Prinsip Keadilan: Hak Masyarakat dan Keutuhan Alam Ciptaan

Dalam konteks proyek Geotermal Mataloko, prinsip keadilan harus menjadi fondasi utama dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan proyek.

Berita Terkait

Menanti Kejujuran Pengelolaan Parkir di Balik Hilangnya Pasukan Orange
Dialog Menyatu; Solusi Terwujud Untuk Ndao Yang Beradab
MEMBUKA POTENSI ASET DAERAH, DORONG PENINGKATAN PAD KABUPATEN ENDE
Refleksi Hari Pers Nasional 2026, Pers Di Tengah Gempuran Media Sosial
Ngada dan Dosa Terhadap Anak Pinggiran
Taman Kota dan Jalan yang Terputus: Ujian Keadilan Pembangunan di Ende Catatan Kecil Untuk Pemkab Ende
Sekolah Sebagai Ruang Singgah Peradaban: Refleksi 50 Tahun SDI Malamude Were
Analisis Kebijakan Affirmative Action, Kuota 30% Keterwakilan Perempuan Di Parlemen
Berita ini 283 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:29 WITA

Menanti Kejujuran Pengelolaan Parkir di Balik Hilangnya Pasukan Orange

Selasa, 14 April 2026 - 20:44 WITA

Dialog Menyatu; Solusi Terwujud Untuk Ndao Yang Beradab

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:10 WITA

MEMBUKA POTENSI ASET DAERAH, DORONG PENINGKATAN PAD KABUPATEN ENDE

Senin, 9 Februari 2026 - 18:56 WITA

Refleksi Hari Pers Nasional 2026, Pers Di Tengah Gempuran Media Sosial

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:34 WITA

Ngada dan Dosa Terhadap Anak Pinggiran

Berita Terbaru