Ende,narasintt.com- Puluhan warga dari Pu’u Feo, Kelurahan Roworena, Kecamatan Ende Utara, mendatangi Kantor Bupati Ende pada Jumat (26/09/2025) siang.
Mereka memprotes tindakan petugas PDAM Ende yang secara tiba-tiba memutus meteran air warga tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Protes ini dipicu oleh insiden yang terjadi pada Kamis (25/09/2025) pagi, di mana petugas PDAM datang dan langsung merusak pipa serta mencabut meteran pelanggan.
Menurut salah satu warga, tindakan tersebut tidak manusiawi dan tanpa etika.
“Bagaimana bisa, tiba-tiba saja datang langsung kasih penyek pipa, tanpa ada pemberitahuan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, beberapa pipa dan meteran rusak akibat tindakan petugas.
Seorang warga lainnya, menyebut jika pemutusan tersebut dikarenakan adanya tunggakan pembayaran iuran air, semestinya petugas hanya melakukan pencabutan pada pelanggan yang terkonfirmasi, bukan melakukan jalur pemutusan sambungan secara menyeluruh.
Ketua RT 05, Maksi Bela, membenarkan kejadian itu dan menyayangkan sikap petugas PDAM yang terkesan mengabaikan pemerintah setempat.
“Mereka datang, langsung cabut meteran warga. Dan tidak ada pemberitahuan dengan pemerintah setempat,” ujar Maksi.
Lebih lanjut, Maksi menuturkan bahwa pemutusan ini berdampak pada ratusan Kepala Keluarga di RT 05 dan RT 06, karena jalur pipa air utama ditutup.
Kedatangan warga ke Kantor Bupati bertujuan untuk menemui Bupati Ende, guna meminta agar jalur pipa segera dibuka kembali. Namun warga tak dapat menemui Bupati Ende.
Saat aksi berlangsung, anggota Sat Pol PP dan personel polisi dari Polres Ende terlihat menenangkan warga. Aksi protes ini berjalan aman dan tidak berlangsung lama.
Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh awak media, Plt Dirut PDAM Ende, Donata Ladapase, menolak untuk memberikan keterangan melalui stafnya, dengan alasan tidak punya waktu untuk menerima tamu.
Penulis : Tim
Editor : Redaksi







