ENDE,NARASINTT.COM– Tekad kuat warga Desa Wolokota untuk mendapatkan akses listrik bukan sekadar wacana.
Menghadapi jalur transportasi yang dikenal ekstrem dan sulit dilalui kendaraan berat, warga menyatakan kesiapannya untuk memikul material tiang listrik secara manual demi kelancaran pembangunan jaringan.
Namun, di balik semangat yang membara itu, terselip harapan besar agar pemerintah tidak menutup mata terhadap perjuangan fisik yang akan mereka lakukan.
Seperti yang diketahui, medan menuju Wolokota merupakan tantangan logistik yang nyata bagi proyek elektrifikasi.
Untuk menyiasati kemungkinan kendaraan pengangkut yang tak bisa masuk, warga berkomitmen memikul tiang listrik sepanjang 12 meter dengan berat rata-rata 300 kilogram per batang melintasi jalur curam.
”Kami siap menyumbangkan tenaga, siap memikul tiang-tiang itu di pundak kami. Ini adalah bentuk dukungan nyata agar desa kami tidak lagi gelap di malam hari,” ujar salah satu warga setempat, kepada narasi ntt.com , Jumad (21/02/2026).
Kendati demikian, mereka menegaskan bahwa beban ini seharusnya diimbangi dengan respons cepat dari pemerintah.
Warga berharap melalui dinas terkait, hambatan birokrasi maupun teknis dapat segera diselesaikan agar pengerjaan tidak terus tertunda.
Warga menekankan pemerintah bersama pihak PLN, memperhatikan percepatan jadwal sebelum cuaca buruk memperparah kondisi jalur.
Selain itu, mereka meminta dinas terkait menyikapi kondisi jalan ekstrem ini secara serius, bukan hanya mengandalkan tenaga manual warga, tetapi juga memberikan dukungan teknis yang memadai.
Komitmen warga Wolokota diketahui menyusul rencana pemerintah menghadirkan jaringan listrik di Desa Wolokota, yang hingga kini masih belum menikmati aliran listrik negara.
Informasi yang dihimpun narasintt.com, dari beberapa sumber menyebutkan bahwa hingga kini proyek pembangunan akses listrik ke Desa Wolokota memasuki tahap 2 sembari menanti distribusi material.
Namun, pihak pemenang kontrak masih belum berani untuk melakukan penandatanganan kontrak, lantaran kondisi jalan yang berpotensi menghambat distribusi logistik pekerjaan.
Beberapa waktu lalu, Warga Desa Wolokota juga terpantau melaksanakan gotong -royong mengerjakan rabat beton pada beberapa titik jalan dengan bantuan swadaya yang diinisiasi pemuda setempat untuk mendukung percepatan pembangunan tersebut/***







