Pesan Cinta Kapolres Ende, Mengawal Semangat Kemerdekaan dari Jalan ke Hati Warga

Avatar photo

- Penulis Berita

Jumat, 8 Agustus 2025 - 11:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembagian bendera merah putih kepada pengendara oleh Kapolres Ende. Kamis (7/08). Sumber foto: Humas Polres Ende.

Pembagian bendera merah putih kepada pengendara oleh Kapolres Ende. Kamis (7/08). Sumber foto: Humas Polres Ende.

Pagi itu, Kamis (7/08/2025) lalu lintas di sekitar titik pembagian menjadi berbeda. Klakson kendaraan berpadu dengan sapaan “Selamat pagi” dari para polisi.

Beberapa pengendara, begitu menerima bendera, langsung memasangnya di spion motor, sementara yang lain menempelkannya di kaca depan mobil.

“Kegiatan ini bukan sekadar simbol perayaan. Ini upaya nyata menumbuhkan rasa cinta Tanah Air serta semangat patriotisme dan nasionalisme di tengah masyarakat,” kata Kapolres

Bagi banyak orang, bendera itu mungkin hanya sehelai kain kecil. Tapi bagi mereka yang menerimanya pagi itu, ada makna yang jauh lebih besar.

“Saya senang sekali. Bangga jadi orang Indonesia,” ujar seorang seorang pengendara yang melintas di Simpang Pelni.

Baca Juga:  Warga Selatan di Bibir Dermaga Karang; Basah Atau Tenggelam

Dari sudut jalan, tampak anak-anak yang ikut tersenyum melihat kendaraan satu per satu membawa kibaran Merah Putih.

Jalanan pun seperti berpakaian seragam merah untuk keberanian, putih untuk kesucian.

Sebuah pemandangan yang jarang terlihat di luar bulan Agustus.

Bagi Polres Ende, ini adalah cara sederhana namun bermakna untuk menghidupkan kembali semangat kemerdekaan, tidak hanya pada momen peringatan HUT RI, tetapi juga dalam keseharian.

Karena, seperti kata Kapolres, “Semangat itu harus terus kita bawa, ke mana pun kita pergi.”

Baca Juga:  Polres Ende Ringkus Dua Pria Terkait Peredaran Sabu, Barang Dipesan Dari Surabaya Via Jasa Pengiriman Ekspedisi

Menjelang siang, bendera-bendera kecil itu sudah berkibar di banyak kendaraan yang melintasi jalan-jalan Ende.

Angin yang mengibarkannya seolah membawa pesan yang sama kepada setiap orang yang melihat: kemerdekaan bukan sekadar tanggal di kalender, melainkan napas yang harus terus dijaga.

Di tengah hiruk pikuk keseharian, selembar kain merah putih yang sederhana bisa menjadi pengingat bahwa kita semua terikat dalam satu cerita besar, cerita tentang bangsa yang merdeka karena keberanian, dan berdiri karena persatuan.

Di jalan-jalan Kota Ende hari itu, merah putih berkibar di setiap sudut.

Penulis : Redaksi Narasi NTT

Berita Terkait

Harmoni dari Kalu Tunas Baru Gereja Kristen Sumba ke-294
Derai Hujan di Puing Harapan Asra Dewi, Jurnalis Bergerak Bentuk “Koin Untuk Ende”
Pice Kota, Lagu Gawi dan Air Mata Haru; Pesan Rindu Untuk Tetap Terhubung Dengan Tanah Leluhur
Belum Merdeka, Warga Selatan Harus Bertaruh Nyawa
Luka Lucky, Luka Kita Semua
Menulis dari Sekolah: Upaya Kecil Menumbuhkan Jurnalis Muda di Alsiora
Teriakan dari Desa Habi: Proyek Air Minum Miliaran Rupiah Gagal, Warga Merana, Jaksa Harus Segera Bertindak
SuperSUN, Sinar Harapan Baru Warga Kalamba
Berita ini 120 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:33 WITA

Harmoni dari Kalu Tunas Baru Gereja Kristen Sumba ke-294

Jumat, 10 Oktober 2025 - 12:34 WITA

Derai Hujan di Puing Harapan Asra Dewi, Jurnalis Bergerak Bentuk “Koin Untuk Ende”

Senin, 29 September 2025 - 16:10 WITA

Pice Kota, Lagu Gawi dan Air Mata Haru; Pesan Rindu Untuk Tetap Terhubung Dengan Tanah Leluhur

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:47 WITA

Belum Merdeka, Warga Selatan Harus Bertaruh Nyawa

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 15:32 WITA

Luka Lucky, Luka Kita Semua

Berita Terbaru