Yosef Yang Malang, Miskin Ekstrim Dibalik Rencana Revitalisasi Lapangan

- Penulis Berita

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yosef Nai bersama Istri dan Anaknya, didampingi lurah Onekore, saat dikunjungi wartawan/foto: FD

Yosef Nai bersama Istri dan Anaknya, didampingi lurah Onekore, saat dikunjungi wartawan/foto: FD

​ENDE,NARASINTT.COM– Nasib menjadi warga Kabupaten Ende NTT yang menetap tidak jauh dari hingar-bingar kota, tidak muluk-muluk amat.

Adalah Yosef Nai, warga kelurahan Onekore yang terus berjibaku dengan getirnya hidup di pondok reot bersama istrinya Tias Sri Wahyuni, serta anak mereka Samuel (4) dan Fransiska (2).

Bagi Yosef, inilah defenisi rumah dan di sini suka-duka mereka tenggelam dari kesibukan kota.

Dengan mengandalkan profesi sebagai buruh serabutan, Yosef harus memutar otak agar pendapatan Rp200 ribu per minggu cukup untuk memberi makan dua buah hatinya yang masih balita.

Dinding seng menganga, lantai tanah, serta tungku dapur seadanya adalah sahabat paling akrab untuk merebahkan lelah dan penat meski kadang harus kehujanan.

Tanpa kamar mandi dan sumber air, mereka tetap bertahan di lahan pemberian keluarga, meski harus berdampingan dengan kuburan tua.

Bahkan untuk minum, masak dan mandi, Istri Yosef harus berjalan kaki ratusan meter menimba air dari patahan Pipa milik Pemda.

Baca Juga:  Perumda Air Minum Tirta Kelimutu Luncurkan Program Relaksasi Penghapusan Denda Tunggakan​

Empat tahun sudah, mereka bertahan meski Yosef harus menyisihkan pendapatannya hanya sekedar mengingat jasa listrik pemberian tetangga.

Kisah Yosef mulai terungkap ketika rombongan Persatuan Wartawan Ende (PAWE) menyambangi kediamannya di Nua Wawo, Kelurahan Onekore, Jumad (6/02/2026), yang tidak jauh dari Pusat Kota.

Momen ini menjadi momen paling emosional. Saat Yosef yang didampingi Istri dan dua anaknya menyapa dengan senyum ramah, sejumlah awak media tampak menyeka air mata.

Ketua PAWE, Dedi Wolo pun tak mampu membendung air matanya. Para wartawan itu, tidak hanya mempublish kepedihan hidup Warga Kota Ende, namun juga memberi sejumlah bantuan berupa sembako.

Hal itu mereka lakukan untuk menunjukkan empati dalam rangka menyambut peringatan Hari Pers Nasional.

Dedi Wolo, menegaskan bahwa aksi ini adalah komitmen moral. “Pers harus punya empati dan keberpihakan pada kemanusiaan. Di tengah momen HPN, kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara, ​Lurah Onekore, Viktor Gesi Raja, yang turut mendampingi rombongan, mengakui bahwa sinergi seperti ini sangat dibutuhkan.

Baca Juga:  Batasi Penyebaran ASF, Distan Ende Larang Lalu Lintas Ternak Babi

Ia mengapresiasi keberanian wartawan untuk melihat langsung kondisi warga yang terhimpit di tengah rencana besar pembangunan daerah.

Dia juga mengungkap fakta mengejutkan bahwa selain Yosef, masih ada sekitar 500 Kepala Keluarga (KK) di wilayahnya yang masuk kategori miskin ekstrem.​

Kondisi Yosef ini memicu kritik tajam di tengah masyarakat, mengingat saat ini Pemerintah Daerah tengah menjadi sorotan atas rencana revitalisasi Lapangan Pancasila yang menelan anggaran fantastis sebesar Rp12 Miliar.

Proyek tersebut dianggap kontras dengan kenyataan bahwa masih banyak warga kota yang kesulitan mengakses air bersih dan hunian layak.​

Melalui tangisan pada kunjungan para wartawan di Nua Wawo, publik diingatkan bahwa pembangunan sejati seharusnya tidak hanya memoles wajah kota, tetapi juga menyentuh perut dan atap rumah rakyat yang paling membutuhkanana revitalisasi lapangan pancasila dengan anggaran 12 Milyar yang kini diperdebatkan.

Penulis : Fidel Dari

Editor : Redaksi

Berita Terkait

800 Meter dari Listrik Negara: Loworongga Masih Gelap, Warga Siap Pikul Tiang
Tekan Angka Kecelakaan di Ende, Satlantas Perketat Edukasi dan Penegakan Hukum
Juli Laiskodat Salurkan Sembako Untuk Perempuan Dan Lansia Di Ende
Jalan Sehat dan Layanan Kesehatan Gratis Awali Harhubnas oleh Dishub Ende
Rumah Rusak, Data Belum Merata; Warga Maurongga Masih di Tenda Darurat
Tim Relawan RSJ Naimata Kupang Gelar Trauma Healing untuk Anak Korban Gempa di Ngada
HARHUBNAS ke-55 Tingkat Provinsi NTT Resmi Digelar Besok di Ende
BPBD Ende Klaim Posko Pengungsian Terpusat Kosong, 500 Warga Nioniba Masih di Tenda
Berita ini 241 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:43 WITA

800 Meter dari Listrik Negara: Loworongga Masih Gelap, Warga Siap Pikul Tiang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:59 WITA

Tekan Angka Kecelakaan di Ende, Satlantas Perketat Edukasi dan Penegakan Hukum

Jumat, 11 September 2026 - 16:01 WITA

Juli Laiskodat Salurkan Sembako Untuk Perempuan Dan Lansia Di Ende

Jumat, 11 September 2026 - 09:18 WITA

Jalan Sehat dan Layanan Kesehatan Gratis Awali Harhubnas oleh Dishub Ende

Jumat, 11 September 2026 - 07:21 WITA

Rumah Rusak, Data Belum Merata; Warga Maurongga Masih di Tenda Darurat

Berita Terbaru