Pembangunan: Siapa yang Diuntungkan?
Pembangunan idealnya harus membawa kesejahteraan bagi semua, bukan hanya bagi pemodal besar, pemerintah, atau segelintir elite yang memiliki kepentingan di sekitar proyek geothermal. Namun, dalam banyak kasus, proyek berskala besar seperti ini justru memperlebar kesenjangan sosial.
Ketika perusahaan energi besar masuk ke wilayah yang kaya sumber daya alam, masyarakat setempat sering kali hanya menjadi penonton di tanah mereka sendiri.
Di Kabupaten Ngada dan Kabupaten Ende, mayoritas penduduk bergantung pada pertanian dan sumber daya alam setempat untuk mata pencaharian mereka.
Jika proyek ini terus berjalan tanpa mempertimbangkan dampak sosialnya, mereka berisiko kehilangan akses terhadap air, tanah subur, dan bahkan identitas budaya yang telah mereka jaga selama berabad-abad.
Selain itu, keuntungan ekonomi yang dihasilkan sering kali tidak kembali ke masyarakat lokal. Investor mendapatkan manfaat besar, pemerintah memperoleh tambahan pendapatan, tetapi masyarakat setempat menghadapi ketidakpastian akan masa depan mereka.
Jika pembangunan ini memang ditujukan untuk kesejahteraan rakyat, mengapa suara masyarakat lokal kerap diabaikan?
Penulis : Sr. Yosefina Itu, OSU (Mahasiswa Program Doktoral Prodi Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM- Yogyakarta)
Editor : Narasi NTT







