Pembangunan Berkelanjutan atau Eksploitasi Terselubung?

- Penulis Berita

Senin, 24 Maret 2025 - 17:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis Opini: Sr. Yosefina Itu, OSU /Sumber: Dokumen pribadi

Penulis Opini: Sr. Yosefina Itu, OSU /Sumber: Dokumen pribadi

Pembangunan: Siapa yang Diuntungkan?

Pembangunan idealnya harus membawa kesejahteraan bagi semua, bukan hanya bagi pemodal besar, pemerintah, atau segelintir elite yang memiliki kepentingan di sekitar proyek geothermal. Namun, dalam banyak kasus, proyek berskala besar seperti ini justru memperlebar kesenjangan sosial.

Ketika perusahaan energi besar masuk ke wilayah yang kaya sumber daya alam, masyarakat setempat sering kali hanya menjadi penonton di tanah mereka sendiri.

Baca Juga:  Refleksi Hari Pers Nasional 2026, Pers Di Tengah Gempuran Media Sosial

Di Kabupaten Ngada dan Kabupaten Ende, mayoritas penduduk bergantung pada pertanian dan sumber daya alam setempat untuk mata pencaharian mereka.

Jika proyek ini terus berjalan tanpa mempertimbangkan dampak sosialnya, mereka berisiko kehilangan akses terhadap air, tanah subur, dan bahkan identitas budaya yang telah mereka jaga selama berabad-abad.

Baca Juga:  STPM Utus173 Mahasiswa Perkuat Bumdes Pada 7 Kabupaten di NTT

Selain itu, keuntungan ekonomi yang dihasilkan sering kali tidak kembali ke masyarakat lokal. Investor mendapatkan manfaat besar, pemerintah memperoleh tambahan pendapatan, tetapi masyarakat setempat menghadapi ketidakpastian akan masa depan mereka.

Jika pembangunan ini memang ditujukan untuk kesejahteraan rakyat, mengapa suara masyarakat lokal kerap diabaikan?

Penulis : Sr. Yosefina Itu, OSU (Mahasiswa Program Doktoral Prodi Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM- Yogyakarta)

Editor : Narasi NTT

Berita Terkait

Dialog Menyatu; Solusi Terwujud Untuk Ndao Yang Beradab
MEMBUKA POTENSI ASET DAERAH, DORONG PENINGKATAN PAD KABUPATEN ENDE
Refleksi Hari Pers Nasional 2026, Pers Di Tengah Gempuran Media Sosial
Ngada dan Dosa Terhadap Anak Pinggiran
Taman Kota dan Jalan yang Terputus: Ujian Keadilan Pembangunan di Ende Catatan Kecil Untuk Pemkab Ende
Sekolah Sebagai Ruang Singgah Peradaban: Refleksi 50 Tahun SDI Malamude Were
Analisis Kebijakan Affirmative Action, Kuota 30% Keterwakilan Perempuan Di Parlemen
Ende dan Cermin Retak Kemanusiaan Kita
Berita ini 570 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 20:44 WITA

Dialog Menyatu; Solusi Terwujud Untuk Ndao Yang Beradab

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:10 WITA

MEMBUKA POTENSI ASET DAERAH, DORONG PENINGKATAN PAD KABUPATEN ENDE

Senin, 9 Februari 2026 - 18:56 WITA

Refleksi Hari Pers Nasional 2026, Pers Di Tengah Gempuran Media Sosial

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:34 WITA

Ngada dan Dosa Terhadap Anak Pinggiran

Senin, 2 Februari 2026 - 12:04 WITA

Taman Kota dan Jalan yang Terputus: Ujian Keadilan Pembangunan di Ende Catatan Kecil Untuk Pemkab Ende

Berita Terbaru

Opini

Dialog Menyatu; Solusi Terwujud Untuk Ndao Yang Beradab

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:44 WITA