Pembangunan Berkelanjutan atau Eksploitasi Terselubung?

- Penulis Berita

Senin, 24 Maret 2025 - 17:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis Opini: Sr. Yosefina Itu, OSU /Sumber: Dokumen pribadi

Penulis Opini: Sr. Yosefina Itu, OSU /Sumber: Dokumen pribadi

Dampak Sosial dan Lingkungan yang Terabaikan

Pembangunan yang tidak dirancang dengan bijak sering kali membawa lebih banyak masalah daripada solusi. Salah satu kekhawatiran utama terhadap proyek geothermal adalah dampaknya terhadap lingkungan.

Eksploitasi panas bumi dapat menyebabkan penurunan kualitas air tanah, gangguan ekosistem, dan bahkan risiko aktivitas seismik.

Baca Juga:  Taman Kota dan Jalan yang Terputus: Ujian Keadilan Pembangunan di Ende Catatan Kecil Untuk Pemkab Ende

Dari sisi sosial, proyek ini juga bisa memicu ketidakstabilan sosial. Jika masyarakat tidak mendapatkan bagian yang adil dari manfaat proyek ini, maka perlawanan dan konflik sosial bisa muncul.

Keberlanjutan sejati tidak hanya menyangkut kelestarian lingkungan, tetapi juga kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Kepala Inspektorat Ende Absen, Anak Buah Kelabakan Dicecar DPRD ​Ende dan Akui Kekeliruan

Jika proyek ini tidak memperhitungkan aspek sosial dengan serius, maka pembangunan ini lebih tepat disebut sebagai eksploitasi terselubung daripada pembangunan berkelanjutan.

Penulis : Sr. Yosefina Itu, OSU (Mahasiswa Program Doktoral Prodi Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM- Yogyakarta)

Editor : Narasi NTT

Berita Terkait

Dialog Menyatu; Solusi Terwujud Untuk Ndao Yang Beradab
MEMBUKA POTENSI ASET DAERAH, DORONG PENINGKATAN PAD KABUPATEN ENDE
Refleksi Hari Pers Nasional 2026, Pers Di Tengah Gempuran Media Sosial
Ngada dan Dosa Terhadap Anak Pinggiran
Taman Kota dan Jalan yang Terputus: Ujian Keadilan Pembangunan di Ende Catatan Kecil Untuk Pemkab Ende
Sekolah Sebagai Ruang Singgah Peradaban: Refleksi 50 Tahun SDI Malamude Were
Analisis Kebijakan Affirmative Action, Kuota 30% Keterwakilan Perempuan Di Parlemen
Ende dan Cermin Retak Kemanusiaan Kita
Berita ini 570 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 20:44 WITA

Dialog Menyatu; Solusi Terwujud Untuk Ndao Yang Beradab

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:10 WITA

MEMBUKA POTENSI ASET DAERAH, DORONG PENINGKATAN PAD KABUPATEN ENDE

Senin, 9 Februari 2026 - 18:56 WITA

Refleksi Hari Pers Nasional 2026, Pers Di Tengah Gempuran Media Sosial

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:34 WITA

Ngada dan Dosa Terhadap Anak Pinggiran

Senin, 2 Februari 2026 - 12:04 WITA

Taman Kota dan Jalan yang Terputus: Ujian Keadilan Pembangunan di Ende Catatan Kecil Untuk Pemkab Ende

Berita Terbaru

Opini

Dialog Menyatu; Solusi Terwujud Untuk Ndao Yang Beradab

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:44 WITA