Menimbang Kesejahteraan dan Keadilan Sosial dalam Proyek Geothermal di Kabupaten Ngada dan Kabupaten Ende
Gereja dan Suara Masyarakat: Mengapa Menolak Proyek Geothermal?
Keuskupan Agung Ende telah menyatakan sikap tegasnya dalam menolak proyek geothermal yang telah berjalan di Kabupaten Ngada dan Kabupaten Ende.
Sikap ini bukan tanpa alasan. Bagi Gereja, proyek ini berpotensi menimbulkan lebih banyak kerugian dibandingkan manfaat, terutama bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada keseimbangan alam untuk kehidupannya.
Penolakan ini tidak semata didasarkan pada aspek keagamaan, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral dan sosial untuk melindungi kesejahteraan masyarakat serta kelestarian lingkungan.
Gereja menegaskan bahwa pembangunan seharusnya bertumpu pada kepentingan bersama, bukan hanya keuntungan ekonomi bagi segelintir pihak.
Keputusan ini lahir dari keprihatinan yang mendalam terhadap dampak sosial dan lingkungan yang mungkin ditimbulkan oleh proyek tersebut.
Pemerintah dan investor sering mengklaim bahwa proyek ini merupakan bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Namun, pertanyaannya adalah, benarkah proyek ini membawa manfaat bagi masyarakat luas, atau justru merupakan bentuk eksploitasi terselubung?
Penulis : Sr. Yosefina Itu, OSU (Mahasiswa Program Doktoral Prodi Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM- Yogyakarta)
Editor : Narasi NTT







