POKIR DALAM POLITIK ANGGARAN

Avatar photo

- Penulis Berita

Kamis, 10 April 2025 - 09:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis: Agustinus Samgar Friday Fry, SS., MPA

Penulis: Agustinus Samgar Friday Fry, SS., MPA

Politik anggaran merupakan dimensi krusial dalam pengalokasian anggaran yang berorientasi pada kepentingan masyarakat dalam kerangka otonomi daerah dan desentralisasi.

Saat ini, hal ini dihadapkan pada tantangan dalam pengelolaan pemerintahan, mengingat beberapa program pemerintah, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat, memerlukan alokasi anggaran yang signifikan (seperti program makan gratis, Danantara, dan lain-lain) serta menuntut adanya efisiensi anggaran.

Baca Juga:  Pengalihan Anggaran, Apakah Penyimpangan Atau Bukan?

Selain itu, diperlukan transparansi dan kemampuan yang memadai dalam mengelola program keuangan.

Saat ini, anggaran pokok untuk DPRD dianggap sudah memadai, mengingat besaran jumlah tersebut bersifat relatife bahkan mungkin dianggap melebihi kemampuan keuangan daerah untuk penyelenggaraan pembangunan daerah.

Hal terpenting adalah penyaluran anggaran tersebut dilakukan dengan tepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar berdasarkan keinginan ataupun hasrat pemilik pokir.

Baca Juga:  Analisis Kebijakan Affirmative Action, Kuota 30% Keterwakilan Perempuan Di Parlemen

Oleh karena itu, penting untuk menghimpun aspirasi dari masyarakat agar alokasi anggaran dapat selaras dengan kebutuhan mereka, serta mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dalam APBD.

Pada hakikatnya, pokok pikiran (pokir) merupakan bentuk pertanggungjawaban anggota DPRD kepada konstituennya dalam upaya memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. JAYA SELALU MASYARAT DAN TANA AIR KITA.

Penulis : Agustinus Samgar Friday Fry, SS., MPA (Pengajar di STPM St. Ursula Ende

Editor : Narasi NTT

Berita Terkait

Menanti Kejujuran Pengelolaan Parkir di Balik Hilangnya Pasukan Orange
Dialog Menyatu; Solusi Terwujud Untuk Ndao Yang Beradab
MEMBUKA POTENSI ASET DAERAH, DORONG PENINGKATAN PAD KABUPATEN ENDE
Refleksi Hari Pers Nasional 2026, Pers Di Tengah Gempuran Media Sosial
Ngada dan Dosa Terhadap Anak Pinggiran
Taman Kota dan Jalan yang Terputus: Ujian Keadilan Pembangunan di Ende Catatan Kecil Untuk Pemkab Ende
Sekolah Sebagai Ruang Singgah Peradaban: Refleksi 50 Tahun SDI Malamude Were
Analisis Kebijakan Affirmative Action, Kuota 30% Keterwakilan Perempuan Di Parlemen
Berita ini 540 kali dibaca
Terkadang, tidak ada kaitannya dengan Bagaimana korelasi pokok-pokok pikiran DPRD dengan tujuan dan sasaran pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD.

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:29 WITA

Menanti Kejujuran Pengelolaan Parkir di Balik Hilangnya Pasukan Orange

Selasa, 14 April 2026 - 20:44 WITA

Dialog Menyatu; Solusi Terwujud Untuk Ndao Yang Beradab

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:10 WITA

MEMBUKA POTENSI ASET DAERAH, DORONG PENINGKATAN PAD KABUPATEN ENDE

Senin, 9 Februari 2026 - 18:56 WITA

Refleksi Hari Pers Nasional 2026, Pers Di Tengah Gempuran Media Sosial

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:34 WITA

Ngada dan Dosa Terhadap Anak Pinggiran

Berita Terbaru